Langsung ke konten utama

Penerapan Teknologi untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur


Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  menyelenggarkaan Kolokium Balitbang 2016 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.
Kementerian PUPR sendiri memiliki tugas untuk melakukan percepatan di bidang ketahanan air, pangan, konektivitas, infrastruktur dasar perumahan dan permukiman, dan perkuatan daya saing bangsa. Pembangunan tersebut menjadi hal yang perlu dipacu sekaligus diperhatikan kualitasnya supaya lebih tepat sasaran.
Pembangunan infrastruktur seperti sumber daya air, jalan dan jembatan, perumahan dan permukiman permukiman merupakan tiga hal yang menjadi konsentrasi dalam acara ini. Untuk itu Badan Litbang PUPR terus melakukan kegiatan litbang yang sesuai dengan kebutuhannya, dengan fokus utama menghasilkan produk litbang dan layanan lain untuk menunjang pencapaian tugas kementerian PUPR secara tepat volume, tepat mutu dan tepat waktu.
“Tugas penelitian yang kami emban tidak mudah. Kami akan berusaha keras agar dapat mengembalikan setiap rupiah dana yang ditanamkan dalam Litbang PUPR dalam bentuk-bentuk hasil litbang terapan yang siap pakai dengan nilai yang terukur,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan DR. Ir. Arie Setriadi Moerwanto, M.Sc dalam sambutannya.
Dengan memilih tema ‘Inovasi Teknologi Mendukung Percepatan Pembangunan Infrastruktur yang Berkualitas’, acara ini dilaksakan untuk mengimbangi derap laju tantangan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam acara ini juga dilakukan penandatangan kerja sama dengan mitra-mitra PUPR terkait. Hal ini dilakukan secara terbuka sehingga kerja sama ini dapat transparan dalam pelaksanaannya.
Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah DR. Ir. Hermanto Dardak, M.Sc menyatakan bahwa Kementerian PUPR pada era kompetisi ini memfokuskan percepatan dan penajaman pengembangan infrastruktur berbasis kewilayahan.
“Kita harus membangun tetapi harus melihat tetangga kita apakah pembangunan kita bermanfaat. Setiap elemen yang kita bangun harus melekat dan harus terintigrasi, dapat kita sinkronkan dengan pemerintahan daerah supaya tercipta keterpaduan,” kata Hermanto dalam sambutan di Kolokium Balitbang PUPR 2016 yang hadir sekaligus mewakili Menteri PUPR.
Beliau juga mengatakan bahwa Puslitbang sudah menyediakan teknologi yang dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur yang memiliki elemen dan sangat terpadu. “Semoga acara ini dapat memberikan sinergi dalam membangun wilayah yang strategis,” tambahnya.
Kolokium Balitbang yang diselenggarkaan selama dua hari, yaitu 1-2 Maret 2016 ini, menghadirkan sejumlah pembicara kunci, yaitu Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kawasan serta Deputi Bidang Maritim dan Sumber Daya Alam Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional.
Tak hanya itu, Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Direktur Jenderal Bina Marga, Direktur Jenderal Cipta Karya, serta Direktur Jenderal Penyediaan Perumahaan juga menjadi pembicara utama dalam acara ini.
Diskusi yang dilakukan dalam Kolokium tak hanya memaparkan rencana pengembangan dengan penggunaan teknologi untuk ketiga bidang tersebut, tetapi juga diharapkan dapat menjaring masukan untuk menyempurnakan desain penelitian, pengembangan, dan penerapan pembangunan yang lebih efektif. Dalam pelaksanaan acara ini diharapkan juga dapat terjadi kolaborasi penelitian antara Badan Litbang PUPR.

Sumber kompas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

game Governor of Poker 2

Governor of Poker 2 Game flash kartu yang ber-genre RPG dengan animasi grafis yang oke banget "Governor of Poker 2" dijamin bakalan betah memainkannya. Game flash kartu ini hampir sama dengan game kartu texas hold'em poker lainnya dengan diselingi petualangan yang ber-genre RPG... Info Singkat : Permainan peran (bahasa Inggris: role-playing game disingkat RPG) adalah sebuah permainan yang para pemainnya memainkan peran tokoh-tokoh khayalan dan berkolaborasi untuk merajut sebuah cerita bersama. Para pemain memilih aksi tokok-tokoh mereka berdasarkan karakteristik tokoh tersebut, dan keberhasilan aksi mereka tergantung dari sistem peraturan permainan yang telah ditentukan. Asal tetap mengikuti peraturan yang ditetapkan, para pemain bisa berimprovisasi membentuk arah dan hasil akhir permainan ini. Screenshot : Cara Pemasangan : Buat sobat blogger yang ingin memasang game ini di blognya silakan disimak tutorialnya... Login ke blog sobat. Klik "New Post...

KEISTIMEWAAN UUD No.6 th 2004

Setelah melalui perdebatan panjang selama 7 tahun akhirnya sidang paripurna DPR RI, Rabu 18 Desember 2013 menyetujui rancangan Undang-Undang Desa untuk disahkan menjadi Undang-Undang Desa. Ribuan Kepala Desa diseluruh Indonesia menyambut de ngan gegap gempita dan penuh dengan sukacita, kecuali daerah Padang Sumatera Barat yang menolak Undang-Undang tersebut. Mengapa Undang-Undang Desa yang disahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 15 Januari 2014 itu terasa begitu istimewa? Bahkan berkali-kali Kepala Desa dari beberapa daerah di Indonesia berkumpul di Jakarta melakukan unjuk rasa menuntut agar RUU Desa segera disahkan menjadi Undang-Undang. Apa keistimewaan Undang-undang Desa tersebut ? Untuk mengetahui jawabannya ikuti uraian berikut ini. 1. Dana Milyaran Rupiah akan masuk ke Desa Isu yang berkembang bahwa dengan disahkannya Undang-Undang Desa maka tiap Desa akan mendapatkan kucuran dana dari pemerintah pusat melalui APBN lebih kurang 1 Milyar per tahun. Ini bis...

501 kabupaten

No. Provinsi   DT2 Kota, Kabupaten   Alokasi Kode POS Realita Kode POS Jml Kec Jml Desa DT2 Kota, Kabupaten   1 Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Kab. Aceh Barat 236 xx 23615 - 23682 12 321 2 Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Kab. Aceh Barat Daya 237 xx 23762 - 23767 9 133 3 Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Kab. Aceh Besar 233 xx - 239 xx 23351 - 23952 23 609 4 Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Kab. Aceh Jaya 236 xx 23653 - 23657 6 172 5 Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Kab. Aceh Selatan 237 xx 23711 - 23774 16 247 6 Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Kab. Aceh Singkil 247 xx 24783 - 24791 10 116 7 Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Kab. Aceh Tamiang 244 xx 24471 - 24478 12 216 8 Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Kab. Aceh Tengah 245 xx 24511 - 24571 14 271 9 Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Kab. Aceh Tenggara 246 xx 24651 - 24678 16 388 10 Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Kab. Aceh Timur 244 xx 2...